Minggu, 16 Desember 2012

VERAWATY FAJRIN


Verawaty Wiharjo (lahir di Jakarta, 1 Oktober 1957; umur 55 tahun) adalah pemain bulu tangkis terkenal Indonesia era tahun 1980an. Ia berhasil meraih banyak gelar juara baik di nomor tunggal putri, ganda putri, dan ganda campuran. Pemain-pemain yang pernah berpasangan dengannya adalah Imelda Wigoena, Ivanna Lie, Yanti Kusmiati, Bobby Ertanto, dan Eddy Hartono.

Verawaty Wiharjo kemudian dikenal dengan nama Verawaty Fajrin setelah memeluk agama Islam pada bulan April 1979. Nama Fajrin di belakang namanya diambil dari nama suaminya, Fajrin Biduin Aham.


  

Tunggal Putri

  • Juara Kejuaraan Dunia 1980
  • Finalis All England Open 1980
  • Juara SEA Games 1981
  • Juara Indonesia Terbuka 1982

 

Ganda Putri

  • Juara Belanda Terbuka 1977 (Verwaty Fajrin/ Imelda Wigoena)
  • Juara Denmark Terbuka 1977-1978 (Verawaty Fajrin/ Imelda Wigoena)
  • Medali Emas Asian Games 1978 (Verawaty Fajrin/ Imelda Wigoena)
  • Juara All England 1979 (Verawaty Fajrin/ Imelda Wigoena)
  • Juara Kanada Terbuka 1979 (Verawaty Fajrin/ Imelda Wigoena)
  • Finalis Kejuaraan Dunia 1980 (Verawaty Fajrin/ Imelda Wigoena)
  • Medali Emas SEA Games 1981 (Verawaty Fajrin/ Ruth Damayanti)
  • Juara Indonesia Terbuka 1986 (Verawaty Fajrin/ Ivanna Lie)
  • Juara Cina Terbuka 1986 (Verawaty Fajrin/ Ivanna Lie)
  • Juara Taiwan Terbuka 1986 (Verawaty Fajrin/ Ivanna Lie)
  • Finalis World Badminton Grand Prix Final 1986 (Verawaty Fajrin/ Ivanna Lie)
  • Medali Emas SEA Games 1987 (Verawaty Fajrin/ Rosiana Tendean)
  • Juara Indonesia Terbuka 1988 (Verawaty Fajrin/ Yanti Kusmiati)
  • Medali Perunggu Asian Games 1990 (Verawaty Fajrin/ Lili Tampi)

Ganda Campuran

  • Juara Malaysia Terbuka 1986 (Bobby Ertanto/ Verawaty Fajrin)
  • Juara Malaysia Terbuka 1988 (Eddy Hartono/ Verawaty Fajrin)
  • Juara Indonesia Terbuka 1989 (Eddy Hartono/ Verawaty Fajrin)
  • Juara Belanda Terbuka 1989 (Eddy Hartono/ Verawaty Fajrin)
  • Finalis Kejuaraan Dunia 1989 (Eddy Hartono/ Verawaty Fajrin)
  • Finalis Asian Games 1990 (Eddy Hartono/ Verawaty Fajrin)  

     

    Vera masuk, Firda ketahuan ‘manja’




    Setelah Pelatih asing penghuni Pelatnas, Wong Tat Meng meninggalkan Cipayung, PBSI pun merekrut mantan Juara Dunia 1980, Verawati Fajrin sebagai Pelatih Tunggal Putri di Pelatnas Cipayung. Hal itu dipastikan ketika Mbak Vera terlihat datang ketika PBSI mengadakan acara Ziarah ke Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, 19 Juli lalu.

    Namun masuknya Vera mendapat sambutan yang kurang baik dari para punggawa tunggal Putri Pelatnas Cipayung. Ini terlihat ketika Pebulutangkis yang akan mewakili Indonesia ke Olimpiade 2012, Adrianti Firdasari mengeluarkan tweet di hari yang sama saat Vera pertama kali melatih.

    “Baru hari pertama aja udah banyak ngomong jadi males :(, gimana nanti huffft…”, begitulah tweet yang dikeluarkan pada 9 Juli lalu. Tweet ini pun di Retweet oleh pebulutangkis putri lain, Bellaetrix Manuputty. Dari tweet itu, berarti dapat kita simpulkan bahwa zamannya Wong Tat Meng, pelatih tunggal putri sebelumnya, pemain putri kita terlalu dimanjakan.

    Bahkan terlihat di beberapa pertandingan, Wong selalu membawakan tas Firdasari ketika terjadi pergantian gim (tempat juga berganti). Perilaku seperti ini yang tidak mendidik sebenarnya karena membuat atlet serasa dimanja, justru saya sangat mendukung dengan omelan-omelan yang pertama kali diberikan Mbak Vera, ini bisa menjadi pemicu untuk perubahan di tunggal putri sehingga mental mereka bisa terbentuk.

    Ketika dahulu Maria Kristin mampu meraih medali, itu karena memang ia sudah menunjukkan perfoma yang baik di beberapa turnamen sebelum Olimpiade, seperti sudah seringnya Maria mengalahkan unggulan dan sempat mencapai Final turnamen Superseries Indonesia Terbuka 2008. Berbeda dengan Firdasari yang setahun belakangan nyaris semuanya tersingkir di babak pertama, ditambah dengan cedera yang sempat menimpanya, saya rasa lolos dari Penyisihan Grup di Olimpiade nanti sudah pencapaian yang luar biasa.

    Pengalaman dilatih oleh Verawati Fajrin bukan hal pertama bagi Firda, karena dulu Mbak Vera pernah melatih di Pelatnas awal tahun 2000 (Firda masuk pada 2002). Dan kemungkinan mental Maria Kristin Yulianti juga merupakan hasil didikan Mbak Vera. Mbak Vera sendiri sempat terlibat konflik sehingga memutuskan keluar dari Pelatnas tahun 2003.

    Masuknya Vera melatih tunggal putri Pelatnas ini rasanya menjadi jawaban dari pihak Djoko Santoso saat melakukan debat dalam acara Today’s Dialogue Metro TV mengenai Mundurnya Prestasi Bulutangkis Indonesia. Saat itu Mbak Vera sedikit menyinggung masalah Pelatih asing yang direkrut padahal Indonesia punya banyak sekali Pelatih yang berkualitas.

    Saat itu Pak Dkoko pun menantang, jika anda bisa menanggung medali emas Olimpiade, anda saya jadikan pelatih. Akhirnya Mbak Vera pun direkrut menjadi pelatih, tetapi ia mengisyaratkan agar ia tak mau diintervensi dalam melatih, alhasil Wong Tat Meng lah yang ‘disisihkan’ oleh PBSI. Khusus untuk Li Mao, ada kabar beberapa atlet mengatakan bahwa ia meninggalkan Pelatnas, tetapi pihak PBSI sendiri menyangkal dengan menyebutkan bahwa Li Mao pulang ke China karena mengunjungi ayahnya yang sakit dan meninggal.




    VERAWATY FAJRIN JADI ASISTEN PELATIH OLIMPIADE

    JAKARTA–  Di tengah rumor mundurnya koordinator pelatih tunggal Li Mao yang saat ini sudah pulang ke Tiongkok, PB PBSI (Pengurus Besar Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia)  menunjuk legenda bulu tangkis putri tanah air Verawaty Vajrin sebagai asisten pelatih tunggal putri. Kehadiran jagoan bulu tangkis era 1980-an ini untuk membantu menyiapkan tunggal putri Adriyanti Firdasari yang akan berlaga di Olimpiade London 2012.
    ‘’Verawaty sudah bersedia dan sudah beberapa kali hadir di lapangan,” kata Yacob Rusdianto, Sekjen PB PBSI, kemarin.

    Verawaty akan bekerjasama dengan asisten pelatih asa Malaysia Wong Tat Meng dan Liong Chiu Sia yang terlebih dulu menangani sektor tunggal putri  Indonesia. “Tapi nanti Verawaty belum akan ikut ke London,” lanjut Yacob.

    Ketika dikonfirmasi, Verawaty, yang dulu aktif bermain di nomor tunggal putri, ganda putri, dan ganda campuran, membenarkan bahwa dirinya kini mulai bergabung di pelatnas sebagai asisten pelatih tunggal putri.

    “Saya mulai bantu-bantu di pelatnas dan saling bahu membahu dengan Wong Tat Meng dan Liong Chiu Sia.,” tutur Verawaty.

    “Untuk jangka panjangnya saya belum tahu karena selepas Olimpiade nantinya masih ada musyawarah tingkat nasional dan sebagainya,” kata Verawaty bebernya.

    Menurut Verawaty, dirinya menerima tugas ini lantaran dirinya menilai bahwa saat ini menangani tunggal putri Indonesia adalah sebuah tantangan. “Jelas ini merupakan tugas yang menarik dimana di dalamnya terdapat tantangan tersendiri. Makanya untuk saat ini saya akan melihat dan memantau dari dekat terlebih dulu tentang bagaimana cara para pemain tunggal putri kita berlatih dan sebagainya,” jelasnya.

    Masuknya Verawaty ke dalam daftar pelatih tim tunggal putri semakin menambah banyaknya sosok yang wara-wiri menangani nomor tunggal putri dalam masa periode kepengurusan di bawah kepemimpinan Djoko Santoso. Sebelumnya pada tahun lalu, Marleve Mainaky sudah mundur sebagai pelatih kepala dan juga disusul oleh kemunduran Sarwendah Kusumawardhani sebagai asisten pelatih tunggal putri.

    Sementara itu, teka teki nasib koordinator pelatih tunggal pelatnas bulutangkis  Li Mao belum juga menemui titik terang. Sekjen PB PBSI Yacob Rusdianto mengatakan jika pelatih asal Tiongkok itu bakal kembali ke Cipayung setelah urusan  keluarganya selesai.
    “Saya mendapat informasi jika Li Mao akan segera kembali jika urusannya selesai. Kemarin kan dia pulanga karena ayahya sakit keras dan akhirnya meninggal empat hari lalu,” kata Yacob.

    Pria yang juga menjabat sebagai Kabid Binpres  PB PBSI itu mengungkapkan jika kepulangan Li Mao ini sama sekali tidak berpengaruh terhadap persiapan  menjelang keberangkatan ke London.

    Menurut Yacob, Li Mao juga tidak akan ikut serta mendampingi pemain ke London. “Dalam kontraknya memang tidak tertera kewajiban Li Mao mendampingi pemain ke Olimpiade. Pemain yanga tampil bakal didampingi pelatihnya masing-masing,” bebernya.
    Dijelasan Yacob, kontrak Li Mao dengan PBSI berlaku sampai dengan even Olimpiade selesai, Setelah itu keberadaan Li Mao yang didatangkan dengan bantuan sumbangan dari pihak ketiga itu  akan dievaluasi. (ali/diq/jpnn)

    Dari berbagai sumber
    Photo : Google

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar